Dibalik Saksi Bisu

Baca Juga


Mentari yang bersinar begitu terasa,hingga menyekat menyentuh sampai tepi dasar wajahku..
Saat ku membuka mata,kau hilang dengan cahaya yang mengelabui ingatanku..
Hanya bayangmu,serta kenanganmu dimasa lalu,,
Hinggap di dasar mengecoh suasana dalam pemikiranku tentang dirimu..


Kuputuskan untuk terus bertahan..
Meski badai terus menerjang..
Meski mentari kian akan selalu padam..
Aku tau..malam menggantikannya dengan lebih indah..
Dan ada purnama yang pancarkan hangatnya..

Hujan yang datang mengusik keadaanku dari kebahagian..
Seperti kau yang menghilang saat kubutuhkan..
Sampai akhirnya ku sendiri dan membayangkan kau yang tlah hilang hadir di hempasan air hujan..

Aku tau..itu hanya halusinasi dalam ingatanku..
Dan kuberkata “kau kekasih,tak lagi bisa kumiliki dan ku dekap lagi”
Kepergianmu yang tak mudah kulupakan,meski kau tlah persi dari sisiku..
Namun dalam ruang hatiku ini,kau masih menghantui batinku..
close

UNTUK SAAT INI, ARTIKEL BLOG AKAN DITUTUPI. SEGERA KELUAR/CLOSE TAB INI ATAU TEKAN DISINI. JIKA ANDA TETAP INGIN MEMBUKA ARTIKEL INI, SILAHKAN TEKAN TOMBOL CLOSE. DENGAN ANDA MEMBUKA ARTIKEL KEMBALI, TANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA MILIK ANDA, SAYA SUDAH PERINGATI UNTUK MENUTUP TAB INI. TERIMA KASIH. - ADMIN