Baca Juga
Menurut para ahli, rasa takut adalah reaksi emosional terhadap bahaya. Bahaya ini dapat berupa hal yang ringan seperti takut ditertawakan ketika melakukan sesuatu, atau dapat pula meliputi hal yang berat, seperti takut di gigit ular, di terkam hiu, dan lain-lain. Bukti rasa takut yang ada pada tubuh kita seperti; meningkatnya debar jantung, muka pucat, ingin ke toilet, berkeringat dan meningkatnya suhu tubuh. Kita tentu sering mengalami hal ini dalam kehidupan sehari-hari.
Definis yang lain menyebutkan, rasa takut adalah persepsi, kabut, ilusi, yang diciptakan pikiran untuk mengeblok suara hati. Semua orang pasti memiliki rasa takut. Tak peduli petinju, pemain bola, matador, selebriti, laki-laki, perempuan, tua, muda, ataupun yang lainnya. Semua makhluk yang bernama manusia pasti memiliki rasa takut.
Bahkan ada orang yang menyatakan bahwa bila kita tidak merasa takut, maka saat itu artinya kita belum siap. Sebagian besar dari rasa takut kita sebenarnya tidak berdasar. Rasa takut itu tidak nyata dan hanya merupakan delusi buatan sendiri yang ada hanya karena kita membiarkannya. Kita sering membiarkan rasa takut yang bersarang dalam pikiran kita.
Akhirnya, rasa takut itu melingkupi setiap gerak langkah kita. Setiap tindakan yang akan diambil selalu dihantui dengan resiko, konsekwensi, akibat, dan sebagainya. Padahal, kita belum melaksanakan tindakan itu. Dalam melakukan tindakan, mungkin segala akibat, resiko dan sebagainya akan menyertai tindakan kita, tapi perlu diingat bahwa kemungkinan lain juga bisa terjadi. Artinya, resiko, dan akibat tindakan itu bisa tidak terwujud. Jadi, untuk apa takut sebelum semuanya terwujud.
Apabila kita terserang rasa takut, apa yang harus dilakukan ? beberapa hal yang perlu kita lakukan :
Read more »Definis yang lain menyebutkan, rasa takut adalah persepsi, kabut, ilusi, yang diciptakan pikiran untuk mengeblok suara hati. Semua orang pasti memiliki rasa takut. Tak peduli petinju, pemain bola, matador, selebriti, laki-laki, perempuan, tua, muda, ataupun yang lainnya. Semua makhluk yang bernama manusia pasti memiliki rasa takut.
Bahkan ada orang yang menyatakan bahwa bila kita tidak merasa takut, maka saat itu artinya kita belum siap. Sebagian besar dari rasa takut kita sebenarnya tidak berdasar. Rasa takut itu tidak nyata dan hanya merupakan delusi buatan sendiri yang ada hanya karena kita membiarkannya. Kita sering membiarkan rasa takut yang bersarang dalam pikiran kita.
Akhirnya, rasa takut itu melingkupi setiap gerak langkah kita. Setiap tindakan yang akan diambil selalu dihantui dengan resiko, konsekwensi, akibat, dan sebagainya. Padahal, kita belum melaksanakan tindakan itu. Dalam melakukan tindakan, mungkin segala akibat, resiko dan sebagainya akan menyertai tindakan kita, tapi perlu diingat bahwa kemungkinan lain juga bisa terjadi. Artinya, resiko, dan akibat tindakan itu bisa tidak terwujud. Jadi, untuk apa takut sebelum semuanya terwujud.
Apabila kita terserang rasa takut, apa yang harus dilakukan ? beberapa hal yang perlu kita lakukan :

